Friday, 3 February 2017

Hamba Yang Tak Punya Rasa Malu

Tags



Apa benar perekonomian kalian memuji Aku?

Apa benar gedung-gedung kalian, kantor-kantor kalian, pertimbangan dan keputusan kalian, sepak terjang kalian-memuji Aku?
Kalian berdzikir "Wa lailaha ilallah"
Tiada Tuhan selain Allah
Hai hambaKu, apa benar Akulah yang kalian tuhankan?

Apa benar Aku faktor primer dalam bagian strategi sejarah kalian?
Apa benar Aku yang nomor satu di dalam kerangka akal dan susunan pikiran kalian?
Apa benar cinta kalian mendasar kepadaKu?
Apa benar Aku sedang menarik hati kalian, dibanding uang, keuntungan dan kekuasaan dunia?

Kalau Aku ikut Kontes Idola, apakah kalian kirim sms untuk memenangkan Aku?
Kalian berdzikir "Allahu Akbar"
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Wahai hamba-Ku, apa tanda kebesaranKu di negeri penyembah berhala yang kalian bangga-banggakan ini?

Di bagian mana dari kebudayaanmu,
Di sebelah mana dari langkah politikmu
Di sudut mana dari gedung-gedung megah industrimu
Yang mencerminkan keunggulanKu?

Kau lakukan kedhaliman disana-sini
Merata di seantero negeri
Kedhaliman yang samar sampai yang transparan
Kedhaliman struktural, sistemik

Bahkan kedhaliman yang telanjang dan kasat mata
Kedhaliman bahkan kepada dzatKu
Kepada hakekat dan syariat eksistensiKu
Kemudian kalian ucapkan "Allahu Akbar"
Tanpa sedikitpun rasa malu
Bahkan masjid-masjidmu, yakni rumah-rumah suciKu
Kalian pakai untuk menendangKu
Sebagian dari kalian membangun rumahKu
dengan sisa-sisa uang perampokan struktural

Sebagian dari kalian menegakkan rumahKu
dengan biaya hasil mengemis-ngemis di tengah jalan
Kalian mengemis atas namaKu
Kalian melantikKu sebagai Sang Maha Pengemis

Di masjid-masjid kalian tertulis: Allah Yang Maha Fakir Miskin
Oleh karena itu setiap orang perlu menaruh rasa belas kasihan kepadaKu.
Dan jika datang seorang koruptor membereskan semua pembiayaan masjid itu, dialah yang kau puji-puji dan kau sanjung-sanjung.

Karya : Choirudin Achmad
Disunting Oleh : Fatih Zainu


EmoticonEmoticon